Sabtu, 30 Januari 2016

Memori : Tahun 2014 Penuh Harapan bagi Tim Merah-Putih



Tahun 2013 meninggalkan kesan positif bagi pencinta sepak bola Indonesia. Kekacauan yang terjadi akibat konflik internal PSSI telah berakhir melalui mekanisme KLB. PSSI kembali bersatu dan serius bekerja membenahi berbagai kekurangan yang ada. Hasilnya, terdapat beberapa hal yang menggembirakan kita. Evan Dimas dkk berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 2013 yang berlangsung di Jawa Timur. Tim asuhan Indra Sjafri juga mampu lolos ke Piala Asia U-19 2014.

Timnas U-23 memang gagal memenangkan final SEA Games 2013 Myanmar, namun setidaknya medali perak dapat kembali diraih oleh Kurnia Meiga dkk. Dua tahun sebelumnya, tim besutan Rahmad Darmawan pun mendapatkan medali perak di Jakarta. Kita tahu, timnas sepak bola tidak pernah bisa menembus partai puncak SEA Games sejak tahun 1997. Baru pada tahun 2011 dan 2013 hal itu dapat diwujudkan lagi. Jadi ada perubahan positif lainnya dalam sejarah panjang persepakbolaan nasional.

Timnas senior gagal total di Kualifikasi Piala Asia 2015. Namun kita senang melihat para pemain terbaik Indonesia dapat kembali memperkuat Tim Merah-Putih. Jacksen F. Tiago sebenarnya sosok yang layak membawa timnas berprestasi mengingat kiprahnya selama ini, tapi PSSI telah menggantinya dengan pelatih baru. Harapan itu otomatis kita pindahkan ke pundak Alfred Riedl yang kembali ke kursi yang sempat didudukinya pada 2010-2011.

Tahun 2014 merupakan kesempatan bagi timnas Indonesia mengukir prestasi yang lebih baik. Tim asuhan Indra Sjafri akan berlaga di Piala Asia U-19 2014 Myanmar yang berlangsung pada 9-24 Oktober 2014. Target lolos ke semifinal agar mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru cukup realistis dan bukan impian belaka. Persiapan panjang telah dilakukan sejak akhir 2013. Kondisi fisik dan mental yang ideal dari para pemain menjadi modal pelatih dalam meningkatkan kualitas teknik dan permainan tim. Program uji coba, mulai dari menghadapi tim lokal, tim Asia, hingga tur ke Eropa telah dirancang dan tinggal dijalani Evan Dimas dkk. Diharapkan pada Oktober nanti, Tim Garuda Jaya telah sampai pada fase puncaknya dan meraih prestasi terbaiknya.




Asian Games
Menpora Roy Suryo dan Ketua KOI Rita Subowo telah membuka peluang bagi PSSI agar mengirim timnas U-23 berlaga dalam Asian Games 2014 di Korea Selatan yang berlangsung pada 19 September-4 Oktober 2014. PSSI sendiri telah siap menjadi bagian dari kontingen Tim Merah-Putih meski dengan biaya sendiri. Pelatih baru harus segera ditunjuk PSSI, sehingga ia bisa selekasnya menyusun program persiapan menuju turnamen. Sudah saatnya Indonesia kembali mengukur diri menghadapi tim-tim dari berbagai penjuru Asia dan tidak cukup berkutat di wilayah Asia Tenggara belaka. Sebagian anggota timnas SEA Games 2013 masih bisa berlaga di Korea Selatan dan keikutsertaan timnas U-23 juga menjadi persiapan jangka panjang menghadapi SEA Games 2015. Para pemain seperti Alfin Tuasalamony, M.Syaifuddin, Manahati Lestusen, Rizky Pellu, Ferinando Pahabol, dan Yandi Sofyan masih memenuhi syarat bermain di SEA Games mendatang.


Timnas senior ditargetkan menjadi juara Piala AFF 2014 yang berlangsung pada 22 November-20 Desember 2014. PSSI pasti siap mendukung apa pun program kerja Alfred Riedl dan para asistennya. Laga menghadapi Arab Saudi pada awal Maret mendatang menjadi debut Alfred dalam periode kedua karier kepelatihannya bersama Tim Merah-Putih.

Berkaca pada apa yang terjadi di tahun 2013, maka tampil di final mesti dijadikan tradisi pada sejumlah turnamen yang bakal diikuti timnas, baik timnas junior maupun senior, setidaknya untuk turnamen Asia Tenggara lebih dahulu. Tak perlulah kita berlebihan membuat pernyataan bahwa menjadi juara adalah harga mati. Lebih baik kita tetap menapakkan kaki di bumi serta mengingat bahwa ada yang lebih berkuasa ketimbang manusia. Bagaimanapun pepatah lama masih terus berlaku. Tugas kita manusia berencana dan selalu berupaya melakukan yang terbaik, tapi bukankah tetap Tuhan yang menentukan hasil akhirnya?

*pernah dimuat di loushevaon7.wordpress.com dan Opini Publik Harian BOLA Selasa, 21 Januari 2014.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar