Selasa, 18 Juli 2017

Satu Dekade Aksi Indonesia di Piala Asia 2007


Barangkali tidak banyak pemerhati sepak bola nasional yang mengingat bahwa pada Juli 2017 ini adalah tepat sepuluh tahun tim nasional Indonesia beraksi di ajang Piala Asia 2007. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen resmi AFC (Asian Football Confederation) tersebut bersama Thailand (Grup A), Vietnam (Grup B), dan Malaysia (Grup C). Tim Merah Putih yang dilatih Ivan Kolev berada di Grup D bersama Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Meski sebagai tuan rumah, kualitas Indonesia di atas kertas berada di bawah ketiga tim lainnya. Sebuah kejutan mewarnai Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika Indonesia berhasil mengalahkan Bahrain 2-1 pada laga pertama Grup D (10/7/2007). Budi Sudarsono (menit ke-14) dan Bambang Pamungkas (64') menjadi pencetak gol kemenangan tim tuan rumah yang didukung sekitar 60.000 penonton di SUGBK, jumlah yang relatif sedikit dibandingkan dengan kapasitas stadion. Firman Utina merupakan inspirator terciptanya kedua gol dan menjadi pemain terbaik laga tersebut. Indonesia bermain dalam formasi 4-3-3. Pada babak pertama, dua gelandang bertahan Indonesia-Mahyadi Panggabean dan Ponaryo Astaman-mengalami cedera lalu digantikan oleh Eka Ramdani dan Syamsul Bachri. Posisi kapten yang semula ditempati Ponaryo pun pindah ke tangan Bambang. 

Indonesia vs Bahrain :  Jendri Pitoy;  Ricardo Salampessy, Charis Yulianto, Maman Abdurrahman, Muhammad Ridwan; Mahyadi Panggabean (Eka Ramdani 32'), Ponaryo Astaman (Syamsul Bachri 35'), Firman Utina; Elie Aiboy (Supardi 86'), Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas.


Kegembiraan Bambang Pamungkas setelah mencetak gol kemenangan Indonesia (10/7/2007).
Dukungan penonton meningkat drastis pada dua pertandingan selanjutnya. Sekitar 87.000 penonton menyaksikan langsung di SUGBK dan tentu lebih banyak lagi yang melihatnya di depan layar televisi. Lawan selanjutnya adalah Arab Saudi (14/7). Bambang Pamungkas dkk tidak diunggulkan ketimbang tim peraih tiga kali juara Piala Asia tersebut. Babak pertama berakhir imbang 1-1 ketika Elie Aiboy (17') berhasil menyamakan kedudukan setelah Arab Saudi lebih dulu unggul 1-0. Sayang sekali, menjelang akhir laga, gawang Jendri Pitoy kebobolan untuk kedua kalinya. Indonesia pun kalah 1-2 dari Arab Saudi. 

Tim terakhir yang dihadapi anak asuh Ivan Kolev adalah Korea Selatan (18/7). Indonesia sebenarnya masih berpotensi lolos ke perempat final karena memiliki poin tiga dari dua laga, sama dengan Bahrain. Sementara Korsel sendiri baru memiliki poin satu dari hasil imbang melawan Arab Saudi dan dikalahkan Bahrain. Arab Saudi sendiri sudah pasti lolos dengan poin empat sebelum laga terakhir. Nasib baik rupanya belum berpihak pada Indonesia. Dengan memainkan Markus Horison sebagai kiper dan Ponaryo kembali sebagai kapten, Skuad Garuda sebenarnya mampu mengimbangi penampilan semifinalis Piala Dunia 2002 tersebut. Namun, gol tunggal Jung Woo Kim (34') tidak mampu dibalas oleh Bambang Pamungkas dkk. Indonesia pun gagal ke babak 8 besar dan harus puas menempati posisi ketiga Grup D dengan hasil satu kali menang dan dua kali kalah dengan selisih gol 3-4. Namun bagaimanapun, hasil di Piala Asia 2007 adalah prestasi terbaik timnas di turnamen resmi antarnegara Asia tersebut.

Maman Abdurrahman dkk kelabakan menghadapi Korsel (18/7/2007).
Akan tetapi, sungguh disayangkan bahwa satu dekade silam itulah penampilan terakhir Indonesia di turnamen Piala Asia. Tim Merah Putih gagal lolos ke putaran fina Piala Asia 2011, 2015, dan 2019. Jika dalam dua kali kesempatan (2011 dan 2015) Indonesia kandas di babak kualifikasi, maka pada kesempatan terakhir (2019) Indonesia tersisih sebelum bertanding karena sedang dihukum oleh FIFA, buah pahit terjadinya konflik PSSI-Menpora RI pada 2015 silam. Kemungkinan terbesar kembali bermain di Piala Asia adalah pada tahun 2023 mendatang.

Sebagai rasa respek dan kebanggaan saya terhadap penampilan Indonesia di Piala Asia 2007, maka hingga hari ini saya masih memasang poster berukuran besar-bonus dari Tabloid BOLA-yang menampilkan 23 pemain timnas satu dasawarsa lalu itu di kamar tidur saya. Hal itu pula yang menjadi alasan saya membuat tulisan ini.



Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2007:
Kiper:  1. Jendry Pitoy (Persipura), 12. Feri Rotinsulu (Sriwijaya FC), 23. Markus Horison (PSMS)
Belakang:  
2. M. Ridwan (PSIS), 3. Erol Iba (Persik), 4. Ricardo Salampessy (Persipura), 
5. Maman Abdurrahman (PSIS), 6. Charis Yulianto (Sriwijaya FC), 14. Ismed Sofyan (Persija),
18. Firmansyah (Sriwijaya FC), 21. Hary Saputra (Persis), 22. Supardi (PSMS)
Tengah: 7. Eka Ramdhani (Persib), 9. Mahyadi Panggabean (PSMS), 11. Ponaryo Astaman (Arema),
15. Firman Utina (Persita), 16. Syamsul Bachri Chaerudin (PSM), 17. Atep (Persija)
Depan:  
8. Ellie Aiboy (Arema), 10. Rahmat Rivai (Persiter), 13. Budi Sudarsono (Persik), 
15. Zaenal Arief (Persib), 20. Bambang Pamungkas (Persija)
Cadangan: 
Achmad Kurniawan (Arema), Aris Budi Prasetyo (Persik), Bayu Sutha (Persib), Achmad Amiruddin (PSM),
Achmad Jufriyanto (Persita), Legimin Raharjo (PSMS), Irsyad Aras (PSM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar